back to top

SMK Negeri 2 Ternate Masuk Program Teaching Factory Kolaborasi Kemenperin

Bagikan :

TERPOPULER

BACA JUGA

Ternate — SMK Negeri 2 Kota Ternate kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Sekolah kejuruan unggulan di Provinsi Maluku Utara ini resmi terpilih sebagai salah satu sekolah pendampingan Program Teaching Factory (Tefa) Skema Kolaborasi Tahun 2025 di bawah Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Teaching Factory merupakan program strategis pemerintah yang bertujuan mendekatkan dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri. Pada tahun 2025, pelaksanaannya melibatkan kolaborasi lintas kementerian, yakni Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kemenperin.

Pendamping Program Tefa SMK Negeri 2 Ternate, Narti Sudartiwi, menjelaskan bahwa pendampingan difokuskan pada perencanaan, sinkronisasi kurikulum, pelaksanaan, hingga evaluasi program Teaching Factory.

“Dari Kemenperin, kami memberikan berbagai masukan agar tujuan Tefa dapat tercapai secara optimal. Tujuan utamanya adalah menghasilkan lulusan SMK yang siap kerja, kompeten, berakhlak, serta memiliki sikap dan etos kerja yang baik,” jelas Narti saat diwawancarai, Rabu (17/12).

Menurutnya, proses pendampingan dilakukan secara daring dan luring. Secara daring melalui pertemuan virtual, sementara pendampingan luring dilakukan dengan kunjungan langsung ke sekolah untuk meninjau sarana dan prasarana, metode pembelajaran, serta alat praktik yang digunakan.

“Seluruh proses ini harus terdokumentasi dan teradministrasi dengan baik sebagai bentuk pertanggungjawaban program Tefa kepada pemerintah,” tambahnya.

Narti juga mengungkapkan bahwa pada tahun ini, hanya sekitar 154 SMK di seluruh Indonesia yang mendapatkan pendampingan langsung dari Kemenperin. Di Provinsi Maluku Utara, SMK Negeri 2 Kota Ternate menjadi satu-satunya sekolah yang terpilih.

“Ini menjadi keistimewaan tersendiri karena SMK Negeri 2 Ternate didampingi oleh dua Kementerian sekaligus, yaitu Kemendikdasmen dan Kemenperin,” terangnya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 2 Kota Ternate, Mustafa Muhammad, menyampaikan bahwa sekolah yang dipimpinnya memiliki dua program pusat keunggulan, yakni Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik dengan program Center of Excellence (CoE) serta Jurusan Teknik Pemesinan dengan program Pusat Keunggulan (PK).

“Dengan adanya program Pusat Keunggulan ini, SMK Negeri 2 Ternate kembali dipercaya mendapatkan program lanjutan Teaching Factory skema kolaborasi yang melibatkan industri pasangan,” kata Mustafa.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan dunia industri diharapkan mampu menghasilkan produk nyata yang berkelanjutan, tidak hanya sebagai media pembelajaran, tetapi juga memiliki nilai jual dan meningkatkan kompetensi siswa secara langsung.

Program Teaching Factory ini sekaligus memperkuat peran SMK Negeri 2 Ternate sebagai sekolah vokasi unggulan yang mampu menjawab kebutuhan industri serta mendukung pembangunan sumber daya manusia secara luas di Maluku Utara dan Indonesia.

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

SAAT INI

Lepas Tim PKM Tanggap Darurat Bencana ke Aceh, Ini...

Tim yang akan bertugas di wilayah terdampak bencana itu berjumlah 12 personel lintas profesi.

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

IKLAN

SMK Negeri 2 Ternate Masuk Program Teaching Factory Kolaborasi Kemenperin

Imalut.com

Ternate — SMK Negeri 2 Kota Ternate kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Sekolah kejuruan unggulan di Provinsi Maluku Utara ini resmi terpilih sebagai salah satu sekolah pendampingan Program Teaching Factory (Tefa) Skema Kolaborasi Tahun 2025 di bawah Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Teaching Factory merupakan program strategis pemerintah yang bertujuan mendekatkan dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri. Pada tahun 2025, pelaksanaannya melibatkan kolaborasi lintas kementerian, yakni Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kemenperin.

Pendamping Program Tefa SMK Negeri 2 Ternate, Narti Sudartiwi, menjelaskan bahwa pendampingan difokuskan pada perencanaan, sinkronisasi kurikulum, pelaksanaan, hingga evaluasi program Teaching Factory.

“Dari Kemenperin, kami memberikan berbagai masukan agar tujuan Tefa dapat tercapai secara optimal. Tujuan utamanya adalah menghasilkan lulusan SMK yang siap kerja, kompeten, berakhlak, serta memiliki sikap dan etos kerja yang baik,” jelas Narti saat diwawancarai, Rabu (17/12).

Menurutnya, proses pendampingan dilakukan secara daring dan luring. Secara daring melalui pertemuan virtual, sementara pendampingan luring dilakukan dengan kunjungan langsung ke sekolah untuk meninjau sarana dan prasarana, metode pembelajaran, serta alat praktik yang digunakan.

“Seluruh proses ini harus terdokumentasi dan teradministrasi dengan baik sebagai bentuk pertanggungjawaban program Tefa kepada pemerintah,” tambahnya.

Narti juga mengungkapkan bahwa pada tahun ini, hanya sekitar 154 SMK di seluruh Indonesia yang mendapatkan pendampingan langsung dari Kemenperin. Di Provinsi Maluku Utara, SMK Negeri 2 Kota Ternate menjadi satu-satunya sekolah yang terpilih.

“Ini menjadi keistimewaan tersendiri karena SMK Negeri 2 Ternate didampingi oleh dua Kementerian sekaligus, yaitu Kemendikdasmen dan Kemenperin,” terangnya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 2 Kota Ternate, Mustafa Muhammad, menyampaikan bahwa sekolah yang dipimpinnya memiliki dua program pusat keunggulan, yakni Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik dengan program Center of Excellence (CoE) serta Jurusan Teknik Pemesinan dengan program Pusat Keunggulan (PK).

“Dengan adanya program Pusat Keunggulan ini, SMK Negeri 2 Ternate kembali dipercaya mendapatkan program lanjutan Teaching Factory skema kolaborasi yang melibatkan industri pasangan,” kata Mustafa.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan dunia industri diharapkan mampu menghasilkan produk nyata yang berkelanjutan, tidak hanya sebagai media pembelajaran, tetapi juga memiliki nilai jual dan meningkatkan kompetensi siswa secara langsung.

Program Teaching Factory ini sekaligus memperkuat peran SMK Negeri 2 Ternate sebagai sekolah vokasi unggulan yang mampu menjawab kebutuhan industri serta mendukung pembangunan sumber daya manusia secara luas di Maluku Utara dan Indonesia.

Tim Redaksi
Editor

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Iklan

error: Content is protected !!