Labuha – Calon Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba terharu saat berkampanye di Dua Desa Kecamatan Kasiruta Barat diantaranya, Desa Doko dan Desa Palamea.
Meski empat tahun tidak lagi menjabat sebagai Bupati Halsel, namun semangat dan kecintaan Warga Kasiruta Barat khususnya Desa Doko dan Palamea begitu besar sebagaimana terlihat pada saat penjemputan Calon Bupati nomor urut satu yang begitu antusias.
Warga ke dua Desa ini rela menunggu kedatangan Bahrain Kasuba dari pagi hingga tengah malam, meski begitu, semangat dan antusias warga tak menyurut hingga tibanya Calon Bupati yang begitu dirindukan.
Hi. Darwis, salah satu warga Desa Doko mengutarakan, Bahrain Kasuba merupakan seorang pemimpin yang selalu dekat dengan rakyatnya, di masa kepemimpinannya (Bahrain-red), Jalan penghubung antara Kecamatan Kasiruta Timur dan Kasiruta Barat telah di bangun.
Bahkan, lanjutnya, Pelabuhan Tol Laut juga sudah di bangun sebagai alternatif akses Masyarakat ketika musim ombak tidak lagi menggunakan speed Boat ke Kota Labuha namun bisa langsung menggunakan kapal Veri dari Loleo Jaya Kasiruta Timur menuju Labuha. Begitu juga dengan pendidikan dan kesehatan.
“Dulunya Masyarakat sangat bersyukur dengan pendidikan dan kesehatan gratis, program pak Bahrain ini sangat membantu kami Masyarakat menengah ke bawah yang mana pendidikan dan kesehatan sangat penting,” katanya.
“Untuk itu kami berharap, Pak Bahrain bisa terpilih lagi agar pembangunan akses jalan lingkar pulau Kasiruta bisa cepat di selesaikan dan bisa dinikmati banyak orang termasuk dengan pendidikan dan kesehatan gratis dapat dilanjutkan kembali,” ujar Darwis, (09/11).
Sementara, dalam sambutannya Bahrain Kasuba mengatakan, jika terpilih nanti semua program yang tertunda di tuntaskan pada tahun 2025 mendatang, termasuk jalan lingkar penghubung Kecamatan Kasiruta Timur dan Barat serta dua Kecamatan di pulau Mandioli yang mana telah dirintisnya pada periode 2016-2021 lalu.
Selain akses jalan, pendidikan dan kesehatan gratis, Bahrain juga berjanji, seluruh Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) akan di intervensi oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Energi Sumber Daya Alam (ESDM) Provinsi Maluku Utara agar bisa menertibkan Izin Penambangan Rakyat (IPR) serta mendorong Batu Bacan sebagai salah satu icon Kabupaten Halmahera Selatan yang sudah mendunia.
“Jadi tak hanya akses jalan, pendidikan dan kesehatan. Pemerintah Daerah juga mendorong agar ke depan seluruh areal pertambangan baik tambang Batu Bacan dan Emas di Halmahera Selatan ini agar memiliki Wilayah Pertambangan Rakyat serta mendorong Batu Bacan sebagai salah satu Icon,” ungkapnya.
“Karena sejauh ini Batu Bacan yang begitu terkenal harganya sudah mulai merosot, untuk itu harus ada campur tangan pemerintah agar harga Batu Bacan juga tetap stabil sebagai penopang ekonomi Masyarakat,” pungkas mantan Bupati Halsel.