Labuha – Calon Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba dikatakan sebagai Tokoh pembangunan bagi Masyarakat Waimili Kecamatan Gane Timur.
Pasalnya, semenjak menjabat sebagai Bupati pada periode 2016-2021, Warga Waimili selalu mendapat perhatian khusus dari Bahrain Kasuba diantaranya, membuka ruas jalan dan jembatan sebagai salah satu akses penyambung dari Desa induk Foya Tobaru.
Namun, sejak masa jabatan Bahrain Kasuba berakhir pada 23 Mei 2021, harapan Warga Waimili yang menjadi Desa Persiapan pupus sudah dan seakan menjadi Warga Halmahera Selatan yang termarjinalkan.
Dihadapan Bahrain Kasuba, Warga mengaku tidak lagi memiliki akses ke pemerintah daerah dalam menyampaikan sejumlah problem di dusun tersebut. Padahal, Waimili menjadi salah satu anak Desa dari Foya Tobaru itu menjadi lumbung ketahan pangan bagi Masyarakat Halmahera Selatan.
Warga juga mengeluhkan permohonan normalisasi sungai kepada Pemerintah Daerah namun, hingga kini tidak ada respon sehingga di tiga bulan terakhir Warga Waimili tidak lagi berharap kepada hasil panen Padi, buah-buahan dari hasil Sawah dikarenakan ladang milik mereka di aliri banjir dengan setinggi 3 meter.
“Kami sudah pernah menyampaikan ke pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum namun, hingga saat ini belum ada perhatian. Sehingga, dalam tiga bulan terakhir ini Warga tidak lagi berharap dari hasil Sawah padahal, Sawah dan tanaman bulanan menjadi penopang ekonomi bagi kami,” cerita Is.
Kata Dia, bahkan tak hanya sawah yang di Banjiri Air Sungai, tapi rumah warga juga ikut terendam hingga 1 (satu) meter.
“Jika Pak Bahrain kembali terpilih maka permintaan Warga hanya pembangunan yang berkeadilan. Terutama normalisasi sungai dan juga sebagai Desa Persiapan agar segera dimekarkan supaya, Dusun Waimili tidak lagi berharap bantuan dari Desa Induk karena sudah memiliki administrasi serta tata kelola pemerintahan,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Calon Bupati nomor urut 1, Bahrain Kasuba mengatakan, dari 25 program Visi Misi yang diantaranya mendorong Percepatan Infrastruktur berbasis kepulauan dengan pendekatan mitigasi bencana yang mana bekerjasama dengan BMKG untuk pemasangan Early Warning System (EWS) dalam wilayah Halmahera Selatan.
“Pada tahun 2019 lalu, Halmahera Selatan pernah di landa Gempa Bumi. Meski dengan APBD yang masih sangat kecil yakni, 1,5 Triliun Rupiah namun, Pemerintah Daerah mampu menyelesaikan seluruh kebutuhan warga pasca gempa,” sebut Bahrain, di depan warga Waimili, Selasa (05/11) kemarin.
Mantan Bupati itu juga menambahkan, untuk Dusun Waimili yang menjadi Desa Persiapan sudah di dorong ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada tahun 2020 silam.
“Pada waktu itu Pemkab Halsel sudah mengajukan ke Kementerian Dalam Negeri sehingga Dusun Waimili sudah masuk menjadi Desa persiapan namun karena masa jabatan berakhir, hingga beralih ke pemerintahan saat ini,” tegas Bahrain.