back to top

 Sejak 5 Tahun Terakhir, PPDB di MTS Negeri 1 Ternate Tak Capai Target

Bagikan :

TERPOPULER

BACA JUGA

Ternate – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di MTs Negeri 1 Ternate sejak 5 tahun terakhir ini grafiknya menurun atau tak capai target sesuai kouta yang di tetapkan.

Hal ini berpengaruh pada kuata 5% diluar Zona kabupaten/kota lainnya, dimana di berbagai kecamatan tingkat kabupaten/kota lain juga telah mendirikan sekolah tingkat SMP dan MTs, sehingga peminat di Zona luar sangat minim.

Hal ini di kemukakan oleh Kepala Bidang Kesiswaan MTs Negeri 1 Terbate, Mukhlis M. Ali S.E., M.Si saat di temui di ruang kerjanya, Senin (20/05).

Kata Mukhlis, biasanya siswa yang di terima sesuai dengan jumlah kelas yang tamat/lulus. Contohnya ada 9 kelas yang tamat/lulus saat ini berarti 9 kelas atau 9 rombel yang harus di Terima.

“Jumlah 9 kelas kemarin yang ujian itu sebanyak 293, jadi kita buka 9 kelas dengan estimasi per rombel maksimal 32 per kelas. Berarti otomatis kita punya kuota 288, dari jumlah 9 kelas dari siswa yang keluar,” jelasnya.

Namun menurut Mukhlis, sejak 4 atau 5 tahun terakhir ini penerimaanya tidak melebihi kuota, sebab saat ini hampir semua kecamatan tingkat kabupaten/kota ini sudah ada SMP, akhirnya peminat di luar daerah berkurang.

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

SAAT INI

Lepas Tim PKM Tanggap Darurat Bencana ke Aceh, Ini...

Tim yang akan bertugas di wilayah terdampak bencana itu berjumlah 12 personel lintas profesi.

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

IKLAN

 Sejak 5 Tahun Terakhir, PPDB di MTS Negeri 1 Ternate Tak Capai Target

Imalut.com

Ternate – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di MTs Negeri 1 Ternate sejak 5 tahun terakhir ini grafiknya menurun atau tak capai target sesuai kouta yang di tetapkan.

Hal ini berpengaruh pada kuata 5% diluar Zona kabupaten/kota lainnya, dimana di berbagai kecamatan tingkat kabupaten/kota lain juga telah mendirikan sekolah tingkat SMP dan MTs, sehingga peminat di Zona luar sangat minim.

Hal ini di kemukakan oleh Kepala Bidang Kesiswaan MTs Negeri 1 Terbate, Mukhlis M. Ali S.E., M.Si saat di temui di ruang kerjanya, Senin (20/05).

Kata Mukhlis, biasanya siswa yang di terima sesuai dengan jumlah kelas yang tamat/lulus. Contohnya ada 9 kelas yang tamat/lulus saat ini berarti 9 kelas atau 9 rombel yang harus di Terima.

“Jumlah 9 kelas kemarin yang ujian itu sebanyak 293, jadi kita buka 9 kelas dengan estimasi per rombel maksimal 32 per kelas. Berarti otomatis kita punya kuota 288, dari jumlah 9 kelas dari siswa yang keluar,” jelasnya.

Namun menurut Mukhlis, sejak 4 atau 5 tahun terakhir ini penerimaanya tidak melebihi kuota, sebab saat ini hampir semua kecamatan tingkat kabupaten/kota ini sudah ada SMP, akhirnya peminat di luar daerah berkurang.

Tim Redaksi

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Iklan

error: Content is protected !!