Demi Kebahagiaan Orang Tua, Anak Petani ini Sukses Lulus S2 di Usia Muda

Bagikan :

TERPOPULER

Walikota Ingatkan ASN Kota Ternate Untuk...

Ternate - Pengaruh judi terutama judi online cukup kuat akhir-akhir ini, sehingga Presiden RI, Ir. Joko Widodo, pun telah mengingatkan kepada seluruh jajaran ASN,...

BACA JUGA

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate Utara Gelar Baksos Religi

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana Berqurban Satu Ekor Sapi

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Ternate – Di usianya yang masih muda, Hardianti Gaus menorehkan sejarah sebagai orang pertama di keluarganya dan tanah kelahirannya yang meraih gelar magister.

Hardianti meraih gelar tersebut setelah menyelesaikan pendidikan S2 di Program Pascasarjana Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Khairun Ternate, yang ia tempuh tahun 2022-2023. Ingin bahagiakan kedua orangtua, kata anak kedua dari enam bersaudara itu, 26 April 2024, dan berharap insya Allah diberikan lagi kemudahan.

Anti sapaan akrabnya merupakan salah satu dari 48 wisudawan S2 Unkhair pada 20 April 2024 di Aula Banau Kampus I Unkhair, Kelurahan Akehuda, Kecamatan Ternate Utara.

Total yang diwisuda baik S1 maupun S2 sebanyak 856 orang. Saya mengambil konsentrasi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP). Saya angkatan ke-8 dan khusus Ilmu Kelautan ada 6 orang yang sudah wisuda,ungkap gadis berusia 26 tahun itu.

Selama studi S2, ia juga aktif di organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan diamanahi sebagai Ketua Bidang Ekonomi.

Anti lahir pada 4 Juni 1998 di Desa Ngokomalako, Kayoa Utara, Halmahera Selatan. Sebelum melanjutkan S2, Ia menyelesaikan pendidikan dasar (SDN 87 Halsel) di tanah kelahirannya, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darussalam Laromabati, SMAN 29 Halsel, dan S1 Program Studi PSP Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Unkhair yang ia selesaikan tahun 2021.

Gadis bercadar itu bukan berasal dari keluarga berekonomi mapan. Pekerjaan utama orangtuanya, Gaus Abdullah dan Nurjima Daim adalah petani kelapa yang diolah menjadi kopra.

Bila harga kopra turun atau musim kemarau tiba, Gaus rela meninggalkan anak istrinya di kampung untuk bekerja bangunan di Kota Ternate, bersama teman-temannya memasang jaringan listrik di sejumlah daerah dan menggali lubang untuk mencari batu Bacan saat batu Bacan populer.

“Saya tidak mendapat rezeki di batu Bacan, dan hampir tidak bisa pulang kampung. Hasil kerja saya di bangunan dan jaringan listrik langsung diambil oleh anak-anak saya yang kuliah di Unkhair dan AIKOM Ternate,” tutur Gaus.

“Waktu kerja bangunan, pernah pulang sudah larut malam dan pintu rumah sudah terkunci, saya makan malam dengan kelapa muda yang saya petik dari kelapa di belakang rumah. Lalu saya tidur di pangkalan ojek, tapi masih lapar sehingga saya berutang nasi kuning. Saat ada uang dan mau bayar, penjual nasi kuning itu tidak mau terima, katanya sudah mengikhlaskan,” kenang Gaus, matanya berkaca-kaca.

Sementera istrinya yang biasa dipanggil Jima mengatakan, untuk menambah penghasilan agar anak-anak tidak putus sekolah, dirinya berjualan pentolan dan es di kampung dan sekolah.

“Gara-gara jual pentolan dan es, anak-anak SMP sampai SMA panggil saya Mbak,” kata Jima sambil tertawa lepas.

“Alhamdulillah rezeki lumayan, apalagi hari raya dan acara-acara tertentu,” tambahnya penuh rasa syukur.

Banyak orang yang kagum dan mengapresiasi keberhasilan itu. Luar biasa,kata anggota DPRD Malut Ruslan Kubais saat terima undangan wisuda yang diantar langsung oleh Gaus di rumahnya.

Dia pecahkan rekor sebagai orang pertama di dalam keluarga dan kampung yang meraih gelar magister,kata Jufri, Asbur, Riato, Arifin, dan sejumlah mahasiswa asal Ngokomalako di Ternate. Anti dan orangtuanya dapat dijadikan contoh,” tandas M. Kubais M. Zeen, editor dan penulis Indonesia kelahiran Ngokomalako yang menetap di Kota Makassar.

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

Dinilai Langgar UU, Senator DPD RI...

Ternate - Viral Video Bupati Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), Frans Manery, mengejar massa aksi dengan sebilah senjata tajam (Sajam), saat menggelar aksi...

Tokoh Muda Makayoa; Integritas KPUD Halsel...

Labuha - Dengan lolosnya sejumlah incumbent Penyelenggara Pemilihan Kecamatan (PPK), diwilayah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), pada seleksi ulang anggota PPK tahun 2024 untuk pemilihan...

194 CJH Siap Diberangkatkan, Empat Diantaranya...

Halsel - Sebanyak 194 Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut) untuk musim 1445 H /2024 M siap diberangkatkan...

SAAT INI

HLH Se-dunia, DLH Kota Ternate dan Pertamina Gelar Penanaman...

Ternate - Memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-dunia Dinas Lingkungan Hidup (DLH)...

BERITA UTAMA

Mendikbud Batalkan UKT, Rektor; Unkhair Usul...

Ternate - Rektor Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Dr. M. Ridha Ajam, tindaklanjuti pembatalan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan...

Dinilai Langgar UU, Senator DPD RI...

Ternate - Viral Video Bupati Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), Frans Manery, mengejar massa aksi dengan sebilah senjata tajam (Sajam), saat menggelar aksi...

Sidang Kasus Dugaan Suap AGK, Tujuh...

Ternate - Pengadilan Negeri (PN) Ternate gelar sidang kedua atas kasus dugaan suap mantan gubernur Maluku Utara (Malut), Abdul Gani Kasuba (AGK), dengan agenda...

REKOMENDASI

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana Berqurban Satu Ekor Sapi

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate Utara Gelar Baksos Religi

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

HLH Se-dunia, DLH Kota Ternate dan...

Ternate - Memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-dunia Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate dan Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Ternate, gelar penanaman pohon...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana...

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Usai Proses Penilaian Akhir Tahun Pelajaran...

Halsel - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Halmahera Selatan, laksanakan kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan setelah proses penilaian akhir tahun pelajaran 2023-2024. Plt Kepala MAN 1...

SNPMB-SNBT Tahun 2024 Diumumkan Besok

Ternate - Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2024, resmi diumumkan besok, Kamis, 13 Juni 2024. Hasil pengumuman...

IKLAN

Demi Kebahagiaan Orang Tua, Anak Petani ini Sukses Lulus S2 di Usia Muda

Ternate – Di usianya yang masih muda, Hardianti Gaus menorehkan sejarah sebagai orang pertama di keluarganya dan tanah kelahirannya yang meraih gelar magister.

Hardianti meraih gelar tersebut setelah menyelesaikan pendidikan S2 di Program Pascasarjana Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Khairun Ternate, yang ia tempuh tahun 2022-2023. Ingin bahagiakan kedua orangtua, kata anak kedua dari enam bersaudara itu, 26 April 2024, dan berharap insya Allah diberikan lagi kemudahan.

Anti sapaan akrabnya merupakan salah satu dari 48 wisudawan S2 Unkhair pada 20 April 2024 di Aula Banau Kampus I Unkhair, Kelurahan Akehuda, Kecamatan Ternate Utara.

Total yang diwisuda baik S1 maupun S2 sebanyak 856 orang. Saya mengambil konsentrasi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP). Saya angkatan ke-8 dan khusus Ilmu Kelautan ada 6 orang yang sudah wisuda,ungkap gadis berusia 26 tahun itu.

Selama studi S2, ia juga aktif di organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan diamanahi sebagai Ketua Bidang Ekonomi.

Anti lahir pada 4 Juni 1998 di Desa Ngokomalako, Kayoa Utara, Halmahera Selatan. Sebelum melanjutkan S2, Ia menyelesaikan pendidikan dasar (SDN 87 Halsel) di tanah kelahirannya, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darussalam Laromabati, SMAN 29 Halsel, dan S1 Program Studi PSP Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Unkhair yang ia selesaikan tahun 2021.

Gadis bercadar itu bukan berasal dari keluarga berekonomi mapan. Pekerjaan utama orangtuanya, Gaus Abdullah dan Nurjima Daim adalah petani kelapa yang diolah menjadi kopra.

Bila harga kopra turun atau musim kemarau tiba, Gaus rela meninggalkan anak istrinya di kampung untuk bekerja bangunan di Kota Ternate, bersama teman-temannya memasang jaringan listrik di sejumlah daerah dan menggali lubang untuk mencari batu Bacan saat batu Bacan populer.

“Saya tidak mendapat rezeki di batu Bacan, dan hampir tidak bisa pulang kampung. Hasil kerja saya di bangunan dan jaringan listrik langsung diambil oleh anak-anak saya yang kuliah di Unkhair dan AIKOM Ternate,” tutur Gaus.

“Waktu kerja bangunan, pernah pulang sudah larut malam dan pintu rumah sudah terkunci, saya makan malam dengan kelapa muda yang saya petik dari kelapa di belakang rumah. Lalu saya tidur di pangkalan ojek, tapi masih lapar sehingga saya berutang nasi kuning. Saat ada uang dan mau bayar, penjual nasi kuning itu tidak mau terima, katanya sudah mengikhlaskan,” kenang Gaus, matanya berkaca-kaca.

Sementera istrinya yang biasa dipanggil Jima mengatakan, untuk menambah penghasilan agar anak-anak tidak putus sekolah, dirinya berjualan pentolan dan es di kampung dan sekolah.

“Gara-gara jual pentolan dan es, anak-anak SMP sampai SMA panggil saya Mbak,” kata Jima sambil tertawa lepas.

“Alhamdulillah rezeki lumayan, apalagi hari raya dan acara-acara tertentu,” tambahnya penuh rasa syukur.

Banyak orang yang kagum dan mengapresiasi keberhasilan itu. Luar biasa,kata anggota DPRD Malut Ruslan Kubais saat terima undangan wisuda yang diantar langsung oleh Gaus di rumahnya.

Dia pecahkan rekor sebagai orang pertama di dalam keluarga dan kampung yang meraih gelar magister,kata Jufri, Asbur, Riato, Arifin, dan sejumlah mahasiswa asal Ngokomalako di Ternate. Anti dan orangtuanya dapat dijadikan contoh,” tandas M. Kubais M. Zeen, editor dan penulis Indonesia kelahiran Ngokomalako yang menetap di Kota Makassar.

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Sambut Hari Bhayangkara Ke-78, Polsek Ternate...

Ternate - Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke-78, Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, gelar bakti sosial (Baksos) bersama pengurus Mesjid di...

Keluarga Besar MAN 1 Halsel Perdana...

Halsel - Keluarga besar MAN 1 Halmahera Selatan melaksanakan penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445 H/2024 M pada hari Senin (17/06). Kegiatan pemotongan qurban bertempat...

Iklan

error: Content is protected !!