back to top

Kurang Lebih 10 Tahun Dibangun, Pelabuhan Laromabati Tak Miliki Fasilitas Penunjang

Bagikan :

TERPOPULER

BACA JUGA

Halsel — Pelabuhan barang angkutan dan jasa yang berlokasi di Desa Laromabati, Kecamatan Kayoa Utara, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), sudah kurang lebih 10 tahun di bangun, namun hingga kini pelabuhan tersebut masih belum memiliki fasilitas penunjang yang memadai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, pelabuhan barang angkutan dan jasa tersebut dibangun sejak tahun 2010, melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Namun sejak dinyatakan selesai pekerjaan dan dioperasikan kurang lebih 10 tahun, pelabuhan tersebut belum memiliki fasilitas penunjang, seperti ruang tunggu, terminal pelabuhan, kantor kesyahbandaran, dan serta fasilitas penunjang lainnya.

Selain itu pelabuhan inipun belum berfungsi sebagaimana mestinya, karena sejauh ini kapal barang angkutan dan jasa rute Ternate – Kayoa, sebagian besar tidak memfungsikan pelabuhan tersebut melainkan masih menggunakan pelabuhan – pelabuhan kecil milik Desa sekitar.

Sementara Kepala Wilayah Kerja (Kawilker) Pelabuhan Kayoa, Husen Usman, saat dikonfirmasi awak media via WhatsApp, Senin (5/9)menyampaikan bahwa, untuk fasilitas penunjang pelabuhan Kayoa Utara pihaknya telah mengusulkan ke pihak terkait, namun hingga saat belum ada respon.

Meski begitu pihaknya akan terus mengawal hingga usulan mereka dapat diakomodir, agar fasilitas pelabuhan bisa dibangun demi memenuhi tuntutan publik saat ini.

BERITA DAERAH

LIHAT SEMUA

SAAT INI

Lepas Tim PKM Tanggap Darurat Bencana ke Aceh, Ini...

Tim yang akan bertugas di wilayah terdampak bencana itu berjumlah 12 personel lintas profesi.

BERITA UTAMA

REKOMENDASI

IKLAN

Kurang Lebih 10 Tahun Dibangun, Pelabuhan Laromabati Tak Miliki Fasilitas Penunjang

Imalut.com

Halsel — Pelabuhan barang angkutan dan jasa yang berlokasi di Desa Laromabati, Kecamatan Kayoa Utara, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), sudah kurang lebih 10 tahun di bangun, namun hingga kini pelabuhan tersebut masih belum memiliki fasilitas penunjang yang memadai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, pelabuhan barang angkutan dan jasa tersebut dibangun sejak tahun 2010, melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Namun sejak dinyatakan selesai pekerjaan dan dioperasikan kurang lebih 10 tahun, pelabuhan tersebut belum memiliki fasilitas penunjang, seperti ruang tunggu, terminal pelabuhan, kantor kesyahbandaran, dan serta fasilitas penunjang lainnya.

Selain itu pelabuhan inipun belum berfungsi sebagaimana mestinya, karena sejauh ini kapal barang angkutan dan jasa rute Ternate – Kayoa, sebagian besar tidak memfungsikan pelabuhan tersebut melainkan masih menggunakan pelabuhan – pelabuhan kecil milik Desa sekitar.

Sementara Kepala Wilayah Kerja (Kawilker) Pelabuhan Kayoa, Husen Usman, saat dikonfirmasi awak media via WhatsApp, Senin (5/9)menyampaikan bahwa, untuk fasilitas penunjang pelabuhan Kayoa Utara pihaknya telah mengusulkan ke pihak terkait, namun hingga saat belum ada respon.

Meski begitu pihaknya akan terus mengawal hingga usulan mereka dapat diakomodir, agar fasilitas pelabuhan bisa dibangun demi memenuhi tuntutan publik saat ini.

Tim Redaksi

Bagikan :

Artikel Terkait

Baca Juga

Iklan

error: Content is protected !!